TERKATUNG
aku menanyaimu
tentang genangan dilumuti
semug cerita batu
sibak idealisme teranuti
aku memelukmu
sejejak gumpalan dituangi
sangkar kebiadaban mendayu
tanpa kepastian berhamburan seguci
garis kemilau kau tarik
bumikan halusinasi bersandar
berkaca gondewa tercabik
dusta atau sesuatu memudar
kau memandangku
kalimat tertahan bisiki seperti
asap yang kuhisap berbau
lempung mengeras disengati
kau menepisku
gelorakan penganut bukan mendua
lara jangan terulang rayu
debu beterbangan serupa
hinggap kembali pada dinding
lekatkan tunggu angin marah
guncangi setengah bersanding
berguguran tanpa hujan basah
tentang lelaki yang kau puja
tersendat air es bergumpalan
suguhi hati tak berjolang luka
dialiri darah, disumpahi berkedipan
kediaman terpuja dewasa
berfikir layak berubah datang
jelmakan keletihan meraksa
seraya tersenyum kau bertandang
ini aku menikmati yang letih
dan letih yang kunikmati
letih
kau mulai bisa bersajak
sudahlah, di depanku pendusta
tenggelamkan segala yang mendekat
harapan berarak
itu kesepian yang kau sulap semesta
hadiri keteledoran tersayat
Mei '06
No comments:
Post a Comment