8.5.06

TERKATUNG

aku menanyaimu
tentang genangan dilumuti
semug cerita batu
sibak idealisme teranuti

aku memelukmu
sejejak gumpalan dituangi
sangkar kebiadaban mendayu
tanpa kepastian berhamburan seguci

garis kemilau kau tarik
bumikan halusinasi bersandar
berkaca gondewa tercabik
dusta atau sesuatu memudar

kau memandangku
kalimat tertahan bisiki seperti
asap yang kuhisap berbau
lempung mengeras disengati

kau menepisku
gelorakan penganut bukan mendua
lara jangan terulang rayu
debu beterbangan serupa

hinggap kembali pada dinding
lekatkan tunggu angin marah
guncangi setengah bersanding
berguguran tanpa hujan basah

tentang lelaki yang kau puja
tersendat air es bergumpalan
suguhi hati tak berjolang luka
dialiri darah, disumpahi berkedipan

kediaman terpuja dewasa
berfikir layak berubah datang
jelmakan keletihan meraksa
seraya tersenyum kau bertandang

ini aku menikmati yang letih
dan letih yang kunikmati

letih

kau mulai bisa bersajak
sudahlah, di depanku pendusta
tenggelamkan segala yang mendekat
harapan berarak
itu kesepian yang kau sulap semesta
hadiri keteledoran tersayat

Mei '06

No comments: