JAWABAN
engkau enggan berkata atas kejadian yang pernah menyentuh kerumunan cinta yang berpijaran. aku masih seperti tangisan, sebenar-benar sosok belum menemukan rangkaian sebenar-benar sosok belum menemukan bayangan. tidak lelah tidak lelah, aku hanya ingin bersandar meninggalkan segala bercak-bercak tertuai menuju kematangan menuju kematangan. dan engkau sesuai bukan lagi-lagi menunggu seperti celoteh di hari menjelang malam ketika kita berdua menikmati luka menikmati luka. aku terlalu liar untuk kau katakan sebagai bangkai, untuk kau katakan sebagai manusia berubah-ubah menuliskan sajak-sajak tanpa arah memetakan sumur permasalahan dan kehausan. lihatlah kedepan, jangan pernah berpaling dari cita-cita perdamaian di seluruh pelosok negri dan berda'wahlah layaknya kekasih kita. dan aku tidak, perjalanan ini terlalu naik turun terlalu naik turun berbelok dan engkau sama sekali tidak akan pernah mengerti hingga ujaran-ujaran menepis hari itu hari yang menjelang malam ketika kita berdua menikmati luka. aku terlalu payah untuk menjadi raja pada tubuhmu terlalu kotor untuk menikmati jamuan terlalu egois untuk kau taklukkan. maka carilah bintang-bintang yang benar-benar bisa menerangimu dikala tangisan menghampiri, dikala tangisan menghampiri. aku belum matang aku belum matang sebenar-benarnya ucapanmu sebenar-benar penantianmu. aku hanya ingin memanjakan kata-kata walaupun memang mereka yang acapkali melukaiku acapkali melukaiku dengan semburat genangan dan berkelompok-kelompok seakan sengaja memberitahukan, ini aku ini aku yang harus kau catat terlebih dahulu. lantas apa hak mereka untuk memaksa bukan justru aku yang mengomandani iringan-iringan sumpah-serapah. bangga hati diperbudak dipermalukan pada pertemuan-pertemuan yang kau gelar bukan hanya untuk acara berkemilauan dan tidak juga untuk menangkap perasaan yang sengaja disodorkan untuk kau kunyah untuk kau kunyah. aku terlalu liar terlalu payah terlalu kotor untuk kau jadikan pangeran mahkota dalam kerajaan hatimu. bukan menampik, ini aku yang luka ini aku yang berdarah menyemati mimpi selalu terbangun oleh kenyataan. dan jika suatu saat mereka mempertanyakan mengapa aku mengumpat masa lalu, maka jawablah maka jawablah. dan kiranya masa depan harus benar-benar berdiri diatas pondasi kejujuran, jujur untuk menghadapi masalah jujur untuk mengatakan ya untuk sesuatu teramini dan tidak untuk sesuatu terbenci. sekarang berjalanlah, jalan yang kau tempuh memang sudah menanti untuk diinjaki dan biarkan aku selalu seperti ini seperti ini. menikmati sepi menikmati cambukan malaikat-malaikat. aku wabah, aku derita dan aku dusta.
Mei '06
No comments:
Post a Comment