PENAKLUK
berburu huruf pada sela emosi. tradisi para pemuja kata. dan biarkanlah gelombang itu terus mengamuk menusuki perjalanan. karena seyogyanya ratapan-ratapan terus meraung digantungi manik pasungan jiwa meronta. lanjut keserakahan digandrungi, pilah-pilih atap diharapkan bukan untuk dinaungi dalam sangkar kebohongan. lelaki tuna netra tuna selera ciduki raungan, makna teringinkan. dia bukan memanen rindu namun tagihi sosok pecinta setia, pembantu manula. pemanut tak bermata turuti ringkikan sayap-sayap kemoceng menggelitik. ribuan suara menyayati kewanitaan antara harap dan diharapkan. terbata ketika mereka membaca pusara buruan yang terkumpul. jinak-menjinaki lumpuh-melumpuhkan, dan irama tersemai sangat datar. bukan rasa, bukan selera, hanya kebuasan mengisi panas mesiu juga ijuk hitam sebagai tali.
Mei '06
No comments:
Post a Comment