2.5.06

SIAPA PEDULI

tubuh tandus terkapar
menyiangi bahu-bahu jalan
hingga tak bertenaga
terpuruk di pojok terantuk
ringkih, tatap lalu-lalang sejenis

tanpa mengerti
mencemooh

wanita tuna suami
anak tuna bapak
berharap dikasihani
siapa yang bersalah?

kematian
mungkin kematian

dunia tanpa kelaparan
sisi tarik-ulur opini
tak terejawantahkan
katanya dipelihara negara

Undang-undang

delapan ribu perhari, rokok
kami berpenghasilan
sawah, ladang berhamparan
gudang itik, ayam berkokok

bukan harta
kepedulian
kapan?

meratapi nasib
mencaci tuhan
menangisi musibah
mengutuki ketidakadilan
berkaca pada sumpah serapah

dan aku bersajak
seperti mereka beropini

miskin hati
enggan untuk berbuat
siapa menangkisi?

Mei '06

No comments: