JANJI [yang] SAMAR
aku mulai menghisap lagi
menghisap gulungan-gulungan lapuk
nikmatilah seperti ini
seperti setengah terantuk
katamu kau akan menunggu
menunggu di halte pagutan pertama
kemana jiwa tersungkur di sampingmu
disamping tawa-tawa berjelaga
tikami kelakar melodi tak terpatri
sekedar menguapkan getar emosi
beredar, telusuri apa yang kau ingini
namun tak berkata, bungkam kaca menyekati
redam, sangat redam dan intonasi tak bergetar
kau menunggu kiranya akan tetap berkelakar
sepeti itu, seperti janji yang samar
aku tetap disini
di halte pagutan pertama
tak bergerak
apalagi berpindah halte
seperti yang kau bayangkan
aku tetap menunggu
hingga tak bergetar
kapan?
April '06
No comments:
Post a Comment