19.4.06

BARIS ALUR

sangkar kemelut, bias di istana
tatap lekat, mereka menyanjung api
berhamburan dalam hati tercarut

ini kumunitas mengedepandan kualitas
namun disamarkan kedukaan tersekat
bahkan di kelok menggusur jalan-jalan
antara bis kota dan pengendara bersendiri

kelompok pongah melibas rasa
sebesar kesyukuran, puas terasai

berbalik cara memandang
kantor dan emperan sama
sebanyak andil mengolah kuasa
tetap bergejolak, memang harus berundak

dikolonikan keseimbangan sejenis
pecatur yang terseret nista
masih di gradasi status-status sosial
istirahatlah sejenak, nikmati hidup.

April '06

No comments: