BARIS ALUR
sangkar kemelut, bias di istana
tatap lekat, mereka menyanjung api
berhamburan dalam hati tercarut
ini kumunitas mengedepandan kualitas
namun disamarkan kedukaan tersekat
bahkan di kelok menggusur jalan-jalan
antara bis kota dan pengendara bersendiri
kelompok pongah melibas rasa
sebesar kesyukuran, puas terasai
berbalik cara memandang
kantor dan emperan sama
sebanyak andil mengolah kuasa
tetap bergejolak, memang harus berundak
dikolonikan keseimbangan sejenis
pecatur yang terseret nista
masih di gradasi status-status sosial
istirahatlah sejenak, nikmati hidup.
April '06
No comments:
Post a Comment