24.2.06

WALANGSARI

maka ketika tersenyum
seharusnya kita mengerti
makna tangisan

bukan hanya sebatas keberadaan
yang selalu berlawanan,
namun arti kontinyuitas

menghantar alur yang mengalir

kau yang hadir di perkemahan kami
sorak yang tak pernah ku mengerti,

penjilat datang
bocah polos terbawa wacana dewasa
seakan tahu sepatriot aturan main
yang terus berjalan dengan wajar

dan lagi desaku memang
sangat terpencil
untuk di perhatikan pada
pestapesta kenegaraan

namun diabaikan
sebagai isak yang tak terhentikan

Malingping, Agt'05

No comments: